Cari Tahu yang Menyebabkan Bayi Baru Lahir Sering BAB

bayi baru lahir sering bab

sumber foto: wiseregional

Pertama-tama, apa yang dianggap normal dari bayi baru lahir sering bab akan bergantung pada usiannya, apakah ia diberi ASI atau susu formula, dan apakah ia sudah mulai makan makanan padat. Untuk beberapa hari pertama setelah dilahirkan, buah hati akan mengeluarkan mekonium. Ini adalah sebuah kotoran yang berwarna hijau kehitaman dan memiliki tekstur yang lengket serta seperti aspal. Kotoran ini terbuat dari lendir, cairan ketuban dan segala hal yang dikonsumsi bayi ketika ia masih berada di janin. Mekonium mungkin menjadi sesuatu yang sulit untuk dibersihkan dari bokong bayi, tetapi keberadaanya merupakan tanda yang bagus bahwa pencernaan bayi bekerja dengan normal.

Ketika ibu bayi memberikan susu ASI, kolostrum atau susu pertama akan bekerja sebagai sebuah pancahar, yang membantu dalam mendorong mekonium keluar dari sistem tubuh bayi. Ketika susu terus-menerus dikonsumsi buah hati, maka setelah sekitar 3 hari, bab bayi akan secara perlahan mengalami perubahan. Kotorannya ini akan paling tidak berukuran seperti sebuah koin logam, memiliki warna yang lebih cerah, berubah dari warna cokelat kehijauan menjadi kuning terang atau kuning moster. Kotoran berwarna kuning ini mungkin memiliki bau yang sedikit manis. Kotoran ini juga memiliki tekstur yang lembek. Bab ini mungkin sesekali terlihat kasar, yang mengental dengan yang lain.

Di minggu-minggu awal, bayi baru lahir sering bab selama atau setelah setiap kali diberi makan. Dalam hitungan rata-rata, ia akan mengeluarkan kotoran selama 4 kali dalam minggu pertama. Hal ini akan secara perlahan berkurang dan pencernaan akan mencari pola rutinitasnya sendiri. Ibu bayi lalu mungkin menemukan bahwa si kecil bab pada waktu yang sama di setiap hari. Setelah beberapa minggu pertama, beberapa bayi yang diberi ASI akan hanya bab sekali dalam beberapa hari atau sekali dalam seminggu. Ini bukanlah sebuah masalah, selama kotoran bayi lembut dan dikeluarkan dengan mudah. Rutinitas bayi mungkin berubah, ketika orang tua memberikannya makanan padat, ia merasa sakit dan ketika ia mulai mengonsumsi makanan dengan jumlah yang lebih sedikit.

Jika orang tua memberikan bayi susu formula, kotoran babnya mungkin akan berbeda dengan yang dikeluarkan oleh bayi yang diberi ASI. Ibu bayi mungkin menyadari bahwa kotorannya memiliki tekstur yang lebih tebal dibandingkan dengan bayi ASI, teksturnya sedikit serupa dengan pasta gigi. Hal ini dikarenakan bahwa susu formula tidak bisa dicerna secara penuh seperti ASI. Kotorannya ini berwarna kuning pucat atau kuning kecokelatan. Memiliki bau yang kuat, seperti kotoran orang dewasan. Bayi yang diberi susu formula lebih rentang untuk mengalami mulas dibandingkan dengan bayi ASI. Bicarakan dengan dokter bayi, jika merasa ada masalah pada buah hati.

Orang tua yang mengganti makanan bayi dari susu ASI ke susu formula akan melihat adanya perbedaan dalam kotoran bayi. Ibu bayi mungkin menyadari bahwa kotoran buah hatinya menjadi lebih gelap dan berbentuk seperti pasta gigi. Kotoran ini juga akan lebih bau. Ketika berganti dari susu ASI ke susu formula, lakukannya secara perlahan, idelanya dalam waktu beberapa minggu. Cara ini akan memberikan sistem pencernaan bayi waktu untuk beradaptasi dan membantunya untuk mengalami mulas. Cara ini juga akan mengurangi resiko dari payudara yang sakit dan lembek serta terjadinya radang kelenjar dada pada ibu bayi. Setelah buah hati beradaptasi dengan susu botol, ia akan menenangkan pola menjadi rutinitas bab yang sangat berbeda.

Temukan informasi lainnya seperti bayi baru lahir sering bab di Merries.co.id.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s