Mengetahui Fungsi Hati Sebagai Alat Ekskresi Ketika Prosesnya Sedang Berlangsung

fungsi hati sebagai alat ekskresi

sumber foto: ehow

Salah satu fungsi hati sebagai alat eksresi yang utama adalah pemecahan racun. Pada saat kapan pun, kita mengonsumsi ribuan dari jenis racun berbeda-beda, entah itu tanpa disadari, seperti bernapas dalam udara beracun, atau dengan diketahui, seperti merokok, meminum minuman alkohol atau memakan makanan yang tidak sehat. Ketika salah satu dari racun tersebut yang masuk ke tubuh, maka tugasnya hati, lebih khususnya tugas poroksisom untuk membuat racun-racun tersebut tidak berbahaya untuk tubuh. Poroksisom merupakan organel kecil yang berada di hati yang membantu dalam memecahkan racun di tubuh.

Hati juga berkerja dalam membongkar limbah yang mengandung nitrogen. Proses metabolisme yang berbeda di tubuh merupakan hal yang penting dalam menjaga seseorang tetap hidup, tetapi hal ini juga menciptakan limbah dalam bentuk nitrogen. Tubuh juga harus memindahkan limbah nitrogen keluar dari tubuh. Untuk itu, hati mengubah limbah yang mengandung nitrogen menjadi urea, yang lalu dipindahkan keluar tubuh ketika buang air kecil.

Fungsi hati sebagai alat ekskresi selanjutnya adalah dalam berjalannya proses, organ ini bertugas untuk menyaring darah. Ketika obat, sebagai contoh, masuk ke dalam tubuh, senyawa ini akan langsung mencari jalan untuk menuju aliran darah. Melalui aliran darah, terdapat jalur perjalanan yang paling langsung menuju otak untuk menghasilkan efek keinginan. Namun, tubuh masih bekerja untuk mencoba mengeluarkan obat-obatan dari sistem tubuh. Hati melakukan tugas ini dengan menyaring darah dari racun yang berasal dari obat, mengubah struktur kimianya, dan dengan merendering mereka menjadi sesuatu yang tidak berbahaya terhadap tubuh.

Setelah racun diubah, hati akan menyetor racun yang sudah tidak aktif ke dalam empedu. Empedu ekskresi hati berperan sebagai bantuan pencernaan untuk menjadi lebih sulit dalam mencerna lemak, selain itu juga menjadi sebuah cara untuk memindahkan racun keluar tubuhnya. Empedu ini kemudian disimpan dalam kantung empedu sampai waktunya semua hal ini yang dibutuhkan. Ketika organ ini dibutuhkan, maka organ ini akan bergerak menggerakan usus 12 jari dan membantunya dalam mencerna dan sebagai bagian dari proses ekskresi sedang berlangsung.

Meskipun dianggap sebagai organ sistem ekskresi kedua atau tambahan, tetapi hati memainkan peran paling penting dalam menjaga tubuh tetap bersih. Racun dan kimiawi berbahaya yang mungkin dihasilkan di dalam tubuh atau apa yang dikonsumsi, dipecahkan dan didetoksasi oleh hati. Contohnya, sebuah produk dari proses metabolisme dalam tubuh bernama ammonia dan hati memproses kandungan ini menuju urea, zat yang kurang berbahaya yang akan terus dilanjutkan untuk menyaring dan mengekskresi di ginjal sebagai urin.

Cari tahu informasi lainnya mengenai fungsi hati sebagai alat ekskresi di brandsworld.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s