Cerita Petinggi Google Melakukan Terjun Payung Luar Angkasa Tahun Lalu

terjun payung luar angkasa

sumber foto: forbes

Hampir 3 tahun yang lalu, seorang bernama Felix Baumgartner memecahkan rekor dengan terjun payung luar angkasa yang dimana akibat dari pencapaian ini gendang telinganya pecah. Namun, Alan Eustace, wakil presiden divisi pengetahuan Google, berhasil memecahkan rekor tersebut. Hal yang menarik adalah proyek yang direncakan hampir 3 tahun ini, hanya baru diketahui oleh banyak orang di menit-menit terakhir sebelum sang petinggi melakukan lompatannya.

Ketika para rekannya menyaksikan sang petinggi Google terbang ke angkasa, ada seseorang yang bertanya mengenai apakah ada rekor yang bisa dipecahkan. Mendengar pertanyaan tersebut membuat tim persiapan ini mencari tahu mengenai rekor yang bisa dipecahkan. Memang merupakan pencapaian yang keren jika bisa memecahkan rekor tetapi hal ini bukan merupakan tujuan utama dalam pemikiran pertama mereka ketika merencanakan proyek terjun payung ini.

Alan Eustace menjadi pihak pertama yang menghubungi Paragon, yang memiliki keahlian dalam membangun peralatan pendukung kehidupan untuk lingkungan ekstrim termasuk luar angkasa, pada bulan Desember tahun 2011. Tujuan dari proyek ini, selain kesenangan melakukan aksi ini adalah untuk membangun teknologi yang bisa berguna untuk penjelajahan lebih manusia terhadap stratosfir dan hal-hal kelanjutannya.

Hari aksi terjun payung luar angkasa dimulai dengan 4 jam batasan di ruang oksigen, dimana Alan Eustace memiliki nitrogen di paru-parunya dan jaringan tubuhnya secara perlahan dicuci. Setalah itu, ia bersiap dengan mengenakan baju ruang angkasa, yang serupa dengan desain dan bahan dari pakaian ruang angkasa yang digunakan astronot di stasiun luar angkasa internasional. Jika baju telihat aneh, hal ini karena sistem penunjang tubuh berada di bagian depan bukan di belakang untuk mengakomodasi parasut.

Pakaian ruang angkasa sendiri memang benar-benar dibutuhkan karena dalam ketinggian yang akan dituju, atmosfirnya sangat kecil sehingga membuat manusia susah bernapas. Ditambah dengan tekanan yang sangat rendah dan bahkan dalam suhu dingin, cairan yang ada di tubuh akan mulai mendidih. Balon yang membawa Alan Eustace ke stratosfir diisi dengan heliom dan ia dihubungan dalam suatu tempat dalam balon tersebut. Berbeda dengan cara yang digunakan oleh Felix Baumgartnet, petinggi Google ini tidak berada di dalam kapsul. Ia secara langsung dihubungkan ke sebuah modul yang menahan balon.

Alan Eustace naik ke stratosfir dalam laju sekitar ratusan kaki per menit. Sehingga memakan lebih dari 2 jam baginya untuk mencapai ketinggian akhir yakni pada 41.15 kilometer di atas permukaan laut. Setelah ia mencapai ketinggian akhir, ia hanya menghabiskan sekitar 30 menit mengambang di atas Bumi sekaligus menimati pemandangan. Ia mengungkapkan bahwa ia bisa melihat lengkungan Bumi dan kegelapan dari luar angkasa, sebuah pemandangan yang sangat luar biasa.

Setelah menikmati pemandangan, Alan Eustace melepaskan dirinya dari ikatan balon dan terjun bebas. Dalam waktu kurang dari 2 menit, ia merasakan tidak memiliki beban dalam tubuhnya dan terjun dengan cepat yang membuat gendang telinganya pecah. Ia menstabilisasi diri dari terjun bebas menggunakan parasut pesawat kecil. Di ketinggian lebih dari 5 kilometer ia melepaskan parasut lengkapnya dan menghabiskan 15 menit terjun ke bumi. Tidak lama setelah ia mendarat, tim penyelamat menolongnya untuk melepaskan pakaian luar angkasa yang tebal.

Dapatkan berbagai cerita lainnya selain terjun payung luar angkasa di SuperAdventure.co.id.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s