Cerita Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa Dari Tahun 1800an

penjelajahan samudra bangsa eropa

sumber foto: theguardian

Kegiatan penjelajahan samudra bangsa Eropa yang terjadi di tahun 1800an dimulai tepatnya pada 1831 oleh seorang peneliti alam asal Inggris bernama, Charles Darwin, yang berlayar ke Amerika Selatan dan seluruh belahan dunia menggunakan kapal angkatan laut Britania Raya bernama, Beagle selama 5 tahun. Perjalanan yang dimana ia mampu mengumpulkan informasi yang kemudian digunakan dalam tulisannya. Memiliki ketertarikan yang terus bertambah dalam sifat fisika dan biologi dari samudra membuka jalan untuk pelayaran oseanografi besar yang dibuatnya di penghujung abad.

Kejadian yang terkenal dari perjalanan tersebut berlangsung di sekitar tahun 1870-an, diawali dari ekpedisi penantang Britania, lalu dilanjuti oleh pelayaran yang dilakukan oleh USS Tuscarora di sebelah utara Samudra Pasifik dan yang ditemukan oleh kapal peneliti Jerman, Gazelle. Setelah itu, diantara banyaknya ekspedisi yang paling penting pada abad ke 20 ke Samudra Pasifik antara lain, kapal Amerika bernama Carnegie (dari tahun 1928 hingga 1929), kapal Denmark bernama Dana II (dari tahun 1928 hingga 1930), kapal Swedia bernama Albatross (dari tahun 1947 hingga 1948) dan kapal Denmark bernama Galathea (dari tahun 1950 hingga 1952).

Di akhir tahun 1950an, kapal Uni Soviet bernama, Vityaz membawa detil kedalaman dari palung dalam yang ada di sebelah barat Samudra Pasifik, dan di tahun 1960, bastikaf Amerika, Trieste, turun ke dasar dari Palung Mariana. Semenjak pertengahan abad ke-20, perjalanan penjelajahan samudra menjadi tidak perlu dilakukan. Sebaliknya, berbagai ekspedisi yang berlangsung lebih singkat telah menjadi sangat efektif, dibantu oleh kecanggihan dalam peralatan dan pengetahuan dari sifat-sifat dasar dari samudra.

Sebagai tambahan, satelit yang membawa perlengkapan perasa jarak jauh telah memungkinkan untuk menentukan dengan akurasi yang bagus dari sifat permukaan dari Samudra Pasifik. Dimulai dari akhir tahun 1960an, Proyek Pengeboran Dalam Laut dan penerusnya, Program Pengeboran Samudra dan Program Integrasi Pengeboran Samudra, juga telah memajukan ekslorasi geosicientifik di Pasifik. Perkembangan teknologi telah menghasilkan penemuan dari nodula mangan dan sumber daya bawah laut yang berpotensi berharga lainnya dan pengetahuan dari vulkanik di bawah laut, bersama dengan kehidupan perairan dekat lubang aktif yang berhubungan dengan pusat aktivitas tektonik, yang telah dikembangkan dengan besar.

Belakangan penjelajahan samudra bangsa Eropa di Samudra Pasifik dan daerah lain sering dilakukan untuk alasan ekonomi, khususnya untuk pemulihan dari lepas pantai hidrokarbon pada lautan yang terbilang dalam, tetapi teknologi telah membuat proyek ini menjadi bisa dilakukan dan penjelajahan di lautan yang lebih dalam menjadi meningkat. Teknologi pengeboran minyak di kedalaman laut telah dilakukan untuk menumpahkan banyak cahaya pada sifat kerak bumi dan lapisan dasar samudra.

Masih banyak cerita lainnya selain penjelajahan samudra bangsa Eropa di Super Adventure.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s