Tantangan Dalam Cara Memandikan Bayi Pada Umumnya

cara memandikan bayi

sumber foto: annesoddsandends.blogspot

Dibandingkan dengan merasa senang terkena air, bayi malah menangis sudah waktunya untuk masuk ke bak. Apakah yang menyebabkan cara memandikan bayi ini menjadi berantakan? Ada banyak alasan masuk akal terhadap permasalahan air dengan bayi. Sang buah hati mungkin memberi isyarat dengan menangis bahwa ia merasa dingin, atau ia merasa benci wajah mungilnya terkena air atau ketika rambutnya diberi sampo.

Lalu ketika dicelupkan ke bak besar, beberapa bagian tubuhnya mengalami kesulitan dalam proses transisi ini. Tetapi orang tua tidak perlu khawatir. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah mengurangi kedinginan. Karena pada umumnya bayi bisa dengan mudah merasa dingin, sehingga perlu dipastikan bahwa suhu ruangan yang dipakai untuk memandikan bayi hangat, yakni antara 23 derajat celsius hingga 26 derajat celcius.

Jika proses pemandian bayi ini dilakukan di dalam kamar mandi, orang tua bisa menghangatkan ruangan ini dengan mengisi bak mandi dengan air hangat sebelum waktu mandi bayi. Setelah itu siapkan semua perlengkapan (mengumpulkan semua kebutuhan, bak sudah terisi) sebelum melepaskan pakaian bayi. Tips selanjutnya adalah orang tua harus selalu memegang sang bayi. Dengan kepala bayi beristirahat di lengan dan telapak tangan kanan memegang bokongnya, pegang tangan bagi dengan aman menggnakan tangan kiri.

Lalu secara perlahan-lahan memasukkan bayi ke dalam bak, dengan kaki menjadi bagian yang pertama kali menyentuh air. Bahkan jika bayi sudah bisa duduk, harus ada satu tangan yang memegang bayi setiap waktu. Memasukkan bayi ke dalam bak secara tiba-tiba tidak akan melukai bayi tetapi cara ini akan membuatnya menjadi takut pada waktu mandi selanjutnya sehingga sebaiknya ini jangan pernah dilakukan.

Senjata rahasia yang bisa digunakan orang tua supaya anak bisa tenang dalam cara memandikan bayi yang sedang dilakukan adalah dengan memberikan bayi mainan. Gangguan ini adalah strategi yang bagus untuk dipakai pada waktu mandi bayi. Bebek plastik dan mainan mengapung lainnya akan membuat bayi merasa senang. Tetapi jangan berlebihan. Berbagai wadah plastik bisa juga menjadi pilihan yang bagus. Untuk mencegah mainan memiliki jamur, mainan yang kering dimasukan di dalam kantong berjaring dan bersihkan secara berkala.

Orang tua juga diminta untuk tidak mencipratkan air ke bayi. Cipratan air adalah bagian besar yang membuat waktu mandi menjadi menyenangkan. Namun untuk kebanyakan bayi yang baru lahir, kenikmatan kegiatan ini bisa ia rasakan kalau dia yang mencipratkan air bukannya yang terkena cipratan. Meskipun, orang tua berkeinginan untuk mencipratkan bayinya, seharusnya mereka bisa menahan diri untuk tidak melakukannya.

Simpan menggunakan sampo untuk bagian akhir. Ketika bayi sudah ada di bak besar, bersihkan rambut bayi di akhir dari cara memandikan bayi, setelah ia sudah mendapatkan kesenangannya dan merasa lebih tenang. Untuk membuat proses penyiraman tidak membuat bayi menjadi trauma, orang tua bisa mencoba menggunakan selang penyemprot, yang biasanya ada di kamar mandi atau juga bisa menggunakan alat pelindung sampo yang bisa didapatkan di toko.

Perbanyak pengetahuan tentang cara memandikan bayi di Aswirman.com.

Advertisements

2 thoughts on “Tantangan Dalam Cara Memandikan Bayi Pada Umumnya

  1. Pingback: Tips Penting Dalam Cara Memandikan Bayi yang Aman | My Blog

  2. Pingback: Yang Ditanyakan Mengenai Cara Memandikan Bayi | My Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s