3 Pemecahan Mitos Umum Responsif Web Design Jakarta

web design jakarta

Banyak orang sudah mulai menyadari bahwa desain yang responsif akan menguntungkannya. Pengaruh yang besar bahwa beberapa klien mulai menolak untuk membayar jika transaksi mereka ditunda dalam tambahan waktu. Kapan pun sesuatu baru muncil, mitos tentang hal tersebut dibangkitkan. Ini memang sifar alami manusia untuk menciptakan isu sehingga bisa mempengaruhi orang umum yang tidak terlibat dalam web design Jakarta.

Mitos pertama adalah desain responsif harus mengenai versi selular. Ini mungkin sebuah fakta dari pertumbuhan drastis dari situs selular yang menjadi alasan sesungguhnya kenapa ide desain responsif muncul. Tetapi, orang juga perlu mengetahui mengenai perbedaan tingkatan pengguna bagaimana mereka bekerja dengan situs responsif. Perusahaan perlu menganalisa alat yang digunakan oleh penggunanya (apakah itu selular atau komputer atau bahkan TV), mereka perlu juga memikirkan lokasi dan pendekatan yang mereka gunakan ketika mengakses suatu desain situs.

Jika pengunjung situs ada yang sedang bersantai dan bermain voli di pantai, maka ini tidak masalah bagaimana konten dari halaman memakan waktu yang lama untuk memuat. Kontent juga penting, tetapi apa yang lebih penting adalah bagaimana pendekatan yang dilakukan dalam menampilkannya ke pengguna. Pikirkan mengenai resolusi, tata letak, ukuran huruf yang menurut selera, tetapi pikirkan juga bagaimana meningkatkan performa situs dari desain. Ini memang bukan hanya tentang versi mobil, pergeseran konteks dan ini juga penting untuk menjaga aspek lainnya dari sebuah website ketika menciptakan dan membangunnya.

Tifografi menjadi terganggu karena desain responsif adalah mitos nomor 2. Ini merupakan salah satu kekurangan besar yang dihubungkan dengan banyak situs responsif. Kebanyakan dari kasus ini, tifografinya tidak dijaga dengan baik, ketika pengembang lebih memikirkan mengenai alat yang digunakan dibandingkan desain. Ini juga bukan mendekatan dalam membangun situs responsif. Perusahaan haris memikirkan mengenai pengguna yang merupakan konsumer dari konten yang ditampilkan dalam situs.

Konten sudah pasti harus bisa dibaca. Coba gunakan kesatuan yang berhubungan untuk memastikan bisa dibacanya konten di dalam situs. Ukuran huruf, batas, lapisan, tata letak harus menjadi perhatian. Buat tata letak yang proporsional, maka yang lainnya akan ikut sesuai. Perlu diingat bahwa, pengguna adalah raja. Fokus pada desain tertentu tidak akan membuat situs bertahan lama, tetapi fokus pada pengguna umum bisa mewujudkannya.

Mitos yang ketiga adalah sebuah desain responsif tidak cocok untuk masing-masing dan seluruh user case. User case merupakan hal yang penting, sangat penting. Sebuah desain dinyatakan tidak responsif jika tidak bisa digunakan masing-masing atau setiap use case. Sebuah situs web desaign Jakarta haru bisa digunakan untuk semua orang dalam situasi apa pun, dan kata ‘situasi apa pun’ juga termasuk ‘setiap situasi’.

Kumpulan web design Jakarta di Aswirman.com.

Advertisements

One thought on “3 Pemecahan Mitos Umum Responsif Web Design Jakarta

  1. Pingback: Bahasa Pemrograman Baru yang Bisa Membantu Web Design Jakarta | My Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s