Mengajar Wirausaha Sama Seperti Mengajar Strategi

wirausaha

Bisakah wirausaha diajarkan? Tidak, tetapi bagaimana menjadi wirausahawan yang efektif bisa. Kata wirausaha dilukiskan sebagai gambar dari pelopor yang mengambil resiko. Seseorang yang percaya kepada ide benar miliknya ketika ide yang lain salah, dan siapa yang tiada henti mengambil ide hingga ke batas dengan usaha dan kegigihan.

Itu tidak mengejutkan nanti bahwa banyak yang meragukan mengenai apakah wirausaha bisa diajarkan. Wirausahawan dengan pasti bisa datang dengan caranya atau terbentuk dari pengalaman hidup. Mungkin tidak ada peraturan yang ditetapkan, tidak jelas dari awal, yang bisa diajarkan ke masyarakat untuk membuat mereka menjadi wirausahawan.

Pengalaman dengan para wirausahawan yang sukses. Apa yang tidak diketahui adalah apa itu kualitas wirausaha dari wirausahawan yang memiliki ide hebat tetapi tidak dikerjakan semestinya. Dan siapa yang memiliki pendidikan formal dapat memindahkan jarum untuk dari kesuksesan menjadi kegagalan.

Belakangan para pengajar wirausahawan yang menginspirasi, diantara mereka adalah lulusan S2, fisikawan dan belakangan banyak yang belum lulus. Para pengajar tersebut awalnya memikirkan apa yang bisa diajarkan kepada para muridnya. Tetapi setelah beberapa tahun jawaban dari pertanyaan itu adalah strategi.

Petunjuk dari jawaban tersebut datang dari beberapa contoh terkenal. Ide yang bagus cenderung datang ke banyak orang pada waktu yang sama. Ini merupakan kebenaran dari fisika dan juga peluang wirausaha. Sebagai contoh, di akhir 1990an banyak orang melihat peluang untuk memesan barang-barang menggunakan internet.

Mungkin ketika itu situs yang terkenal untuk melakukan hal tersebut adalah Webvan, yang para penemunya mengira mereka bisa menjadi penghubung distribusi supermarket tua yang memiliki bangunan dan menambah sebuah langkah ekstra. Di lain waktu, Peapod terlihat untuk membebaskan waktu masyarakat yang digunakan untuk pergi ke supermarket. Jadi ketika Webvan memutuskan untuk mengganggu pasar yang ada dan membangun jaringan distribusi mereka sendiri, Peapod mengirim spesialis pebelanja ke supermarket lokal untuk mengambil dan mengantarkan barang ke pelanggan. Pada dasarnya, satu ide yang dikejar oleh 2 model bisnis.

Dalam beberapa tahun Webvan bangkrut, tetapi Peapod terus bertahan dan menjadi divisi online dari jaringan besar supermarket di Amerika Serikat. Rencana Webvan terdapat skala dan menjatuhkan harga, Peapod tidak terlalu ambisius menargetkan sebuah kelompok dari pelanggan dengan layanan khusus. Tetapi yang menjadi hal paling penting di kisah ini adalah apa yang dipikirkan pasar ketika itu. Jika dolar disamakan dengan pilihan, maka jumlah yang didapat Webvan tidak bisa mengalahkan Peapod yang 10 kali lipat lebih banyak. Jadi sudah jelas apa yang ada dipikiran masyarakat.

Misi pengajaran dalah kisah itu sederhana: wirausahawan butuh untuk diajarkan wirausaha untuk mengerti apa yang menjadi ide akarnya yakni kemungkinan model bisnis yang mungkin bisa mengkomersilkan ide-ide tersebut. Yang mungkin memastikan ketika peluang wirausaha seperti belanja barang online datang, ini akan dimengerti bahwa ada konsekuensi dari resiko bisnis model. Memilih model yang salah dan mungkin tidak ada investor yang akan kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s